Sudah hampir selesai bulan puasa tahun 2014 ini, tapi saya baru akan bercerita tentang suasana kuliner puasa di Malang –telat!biarin..—yang selalu ramai oleh jajanan takjil dan pasar dadakan menjelang berbuka. Pasar dadakan ini dulu—setahu saya—hanya ada di Jalan Soekarno Hatta, namun dengan melihat keberhasilan dan ramainya antusiame masyarakat Malang maka menjamurlah pasar dadakan menjelang berbuka ini. Hampir di setiap sudut kota terdapat pasar dadakan (entah namanya apa, tapi saya lebih suka memakai nama pasar dadakan), jalan-jalan yang bulan lalu hanya dipenuhi mobil, sepeda motor, becak, pejalan kaki di bulan puasa ini tiba-tiba menjadi pasar yang berisi santapan berbuka, minuman manis dan segala es maupun camilan-camilan. Bahkan dipasar ini para pengusaha selain makanan juga turut memeriahkan pasar, ada beberapa stand yang menyediakan pakaian, aksesoris dandan sampai jual mobil juga disini! Bener-bener dadakan.
Pasar yang buka mulai sekitar jam 3an ini selalu ramai dikunjungi para pembeli baik yang sedang berpuasa maupun yang tidak berpuasa, semuanya tumpah ruah disini. Penjualnyapun bervariasi, dari yang memang berprofesi sebagai penjual sampai mahasiswa-mahasiswa yang mencari dana untuk acara kampus mereka, ataupun orang-orang yang merasa kesempatan ini adalah peluang untuk mendapatkan uang saku Lebaran.
Oya, seharusnya saya bahas di paragraf pertama. Jalan yang saya bahas kali ini adalah jalan Soekarno Hatta Malang, masih banyak tempat seperti ini di Malang Cuma kebetulan saya hanya sempat berkunjung di Soekarno Hatta ini.
Kalau dari sisi makanannya sangat bervariasi karena banyak sekali stand dan banyak tangan juga yang memasak, seperti kebanyakan Bazar makanan yang kita ketahui. Namun, itulah yang menjadi daya tarik tempat ini selain rasa lapar karena sudah seharian puasa. Keanekaragaman yang ada di pasar ini bisa membuat para pengunjung bingung memilih apa yang akan dibeli –mungkin saking bingungnya akhirnya gak beli sama sekali, itu saya – karena semua terlihat enak dan bikin ngiler.
Tidak semua jalan dipakai untuk pasar, hanya satu sisi jalan dan sepanjang kurang lebih 500 meter yang dipenuhi oleh para penjual ini. Disitu juga terdapat berbagai kemeriahan ngabuburit, seperti live show band yang diadakan oleh penyelenggara tertentu. Stasiun Radiopun tidak ketinggalan ikut memeriahkan pasar dadakan ini, mereka datang dengan mobil lengkap dengan properti siaran lalu live on air dari sana sehingga kemeriahan menunggu buka pun semakin seru dan menyenangkan.
Ah, saya bingung mau nulis apa lagi. Banyak hal yang ada di otak saya namun susah mengutarakannya jadi tulisan. Pokoknya, mumpung belum telat buruan ke sana dan rasakan sendiri sensasinya..hehe..







0 komentar:
Posting Komentar